Hari Kartini bukan sekadar peringatan historis, tetapi momentum untuk merefleksikan nilai-nilai yang tetap relevan hingga hari ini, tentang keberanian, kesetaraan, dan peran perempuan dalam membangun bangsa.
Di PT Berdikari Meubel Nusantara, semangat tersebut dihidupkan melalui perayaan yang sederhana namun penuh makna. Balutan kebaya, batik, dan blangkon menjadi simbol kebanggaan terhadap budaya Indonesia, sekaligus pengingat akan identitas yang menyatukan. Lebih dari sekadar busana, ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan bangsa yang terus dijaga dan dilestarikan.
Namun, makna Hari Kartini tidak berhenti pada simbol. Perayaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang menjunjung tinggi kesetaraan. Setiap individu, tanpa memandang latar belakang maupun peran, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkontribusi, dan memberikan dampak nyata.
Semangat Kartini hari ini hadir dalam setiap langkah insan perusahaan, melalui kolaborasi yang saling menghargai, lingkungan kerja yang inklusif, serta keberanian untuk terus melangkah dan berkarya.
Sebagaimana disampaikan oleh Direktur PT Berdikari Meubel Nusantara, Andre A. Adhiguna:
“Bagi kami, Kartini bukan sekadar sosok dalam sejarah, melainkan representasi perempuan masa kini yang tangguh, yang berani melangkah, terus berkembang, dan memberi makna dalam setiap peran yang dijalani, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.”
Nasionalisme juga tercermin dalam cara perusahaan memaknai budaya sebagai bagian dari identitas dan kekuatan. Dengan menjunjung tinggi nilai budaya, PT Berdikari Meubel Nusantara tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga menghidupkan semangat untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.
Pada akhirnya, semangat Kartini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan dalam setiap peran, setiap karya, dan setiap langkah menuju masa depan yang lebih setara dan berdaya.